Hiduplah Saat Ini

Kisah cerita tulisan ini mendorong saya untuk copy paste, sebab menurut saya cerita ini persis apa yang saya alami ketika melayat tetangga saya yang meninggal. Ketika itu sedang bercerita dengan adik Alm. Adik itu menerangkan sungguh hidup tidak dapat diduga, setiap detik pasti ada yang meninggal. Abangnya pada siang harinya masih terlihat sehat dan bugar malah masih bisa pergi menghadiri undangan pernikahan anak dari  temannya. Tapi malam jam 00.00 lebih kurang karena saya tidak bertanya pastinya jam berapa ketika abangnya meninggal mendadak dan sekujur tubuhnya menjadi menghitam. (Serangan jantung)

Lanjutnya, coba ini ada lagi dapat kabar ada yang meninggal.  Baiklah mari kita simak cerita yang menggelitik sanubariku ini :

Pada suatu hari, pagi-pagi sekali, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya. Tanpa ragu sedikit pun, dia mengetuk pintu rumah si guru dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kantuk membukakan pintu sambil berkata, “Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu tidurku? Ada sesuatu yang penting?”

“Ampun guru, maaf-seribu maaf, saya terpaksa mengganggu tidur Pak Guru karena ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.” Si guru kemudian mempersilakan muridnya masuk dan duduk di kursi tamu.

Tanpa menunggu lagi, si murid segera memulai ceritanya. Rupanya, ia semalam memimpikan sesuatu hal yang menurutnya aneh. Dalam mimpi itu, ia bercerita bahwa dirinya merasa dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia bingung ingin menolak, tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik-menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Di dalam hatinya kemudian timbul perasaan takut. Ia merasakan bahwa dirinya tidak berdaya bila malaikat benar-benar datang kepadanya.

Si murid pun kemudian bertanya kepada gurunya, “Guru, kapankah kematian akan datang kepada saya?”

Gurunya menjawab, “Tidak tahu.”

“Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selamanya selalu menjadi tempat bertanya dan mendapatkan jawaban dari semua orang di daerah sini. Tolong guru beri saya jawaban, kapan saya akan meninggal dunia?” Desak si murid.

“Baiklah. Rata-rata orang meninggal berusia 70 sampai 75 tahun. Tetapi ada juga sebagian yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut.”

Karena merasa tidak puas dengan jawaban sang guru, muridnya kembali bertanya, “Menurut guru, pada umur berapakah manusia pantas untuk mati?”

Sejenak, pandangan gurunya menerawang keluar jendela. Tak lama, ia pun kemudian memberikan jawaban, “Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan telah terjadi. Saat itu dan seterusnya, kapan pun waktunya, manusia selalu berproses dan setiap waktu bisa mengalami kematian.”

Mendengar jawaban itu si murid terkejut. Ia pun lantas mencecar gurunya dengan pertanyaan lainnya, “Lalu, apa yang seharusnya saya perbuat dengan hidup saya yang begitu singkat?”

Si guru menjawab, “Tidak tahu.”

“Kalau Guru sendiri, apa yang akan Guru perbuat dengan kehidupan Guru?” Kejar si murid.

“Entah apa pun yang akan terjadi dengan kehidupan setelah kematian kita. Yang jelas, di kehidupan sekarang aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku dengan hidup tanpa mencintai dan berusaha berbuat baik setiap hari.”

Dengan wajah gembira si murid berkata, “Terima kasih Guru, sekarang saya mengerti. Hidup terlalu singkat untuk disia-siakan. Mulai sekarang, saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Sesegera mungkin saya akan mengerjakan tugas yang harus diselesaikan, agar setiap saat bila kematian menjemput, saya telah membereskan segalanya. Saya pamit Guru.”

Pembaca yang bijak,

Usia manusia memang tidak bisa ditebak. Sebab, kematian memang tidak pandang bulu, tidak mengenal waktu. Baik tua, muda, miskin, kaya, lelaki, perempuan, kalau sudah waktunya pasti akan mengalami kematian. Karena itu, dengan selalu berusaha melakukan semua hal secara maksimal, kita akan merasa siap, kapan pun sang malaikat maut itu menjemput. Dan, saat kematian benar-benar akan menjemput, kita tidak akan merasa rugi sebagai manusia, karena kita sudah mempersembahkan yang terbaik dalam hidup. Bahkan, bisa jadi, kita akan dikenang sepanjang masa, karena kebaikan yang sudah kita tanam sepanjang hayat.

Untuk itu, mari kita tebar terus benih kebaikan dalam setiap detik kehidupan ini. Kita persembahkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain semaksimal mungkin. Jangan tunda apapun yang bisa kita selesaikan sekarang juga. Kita lakukan yang terbaik dalam setiap langkah kehidupan yang kita tempuh saat ini. Sebab, esok barangkali sudah tidak bisa kita nikmati jika ajal sudah menanti.

Hiduplah saat ini, dan jangan sesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu. Begitu juga jangan cemas akan hari esok, karena hari esok belum tentu datang. Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan dan kebahagiaan bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah! Lakukan yang terbaik hari ini maka kesuksesan pasti akan datang!

by ANDRIE WONGSO.

Ikuti Tips Cegah Serangan Jantung dan Pertolongan Pertama Ketika terjadi serangan jantung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *